Makassar — Loyalitas terhadap organisasi bukan satu-satunya ukuran kualitas seorang kader. Kemampuan berpikir kritis, menguji gagasan, dan memahami persoalan secara rasional juga menjadi fondasi penting dalam membangun gerakan mahasiswa. Semangat inilah yang ditekankan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Isipol Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui pelaksanaan Basic Training (Bastra) ke-135.

Kegiatan yang berlangsung pada 22–25 Oktober 2026 di Dinas Koperasi Provinsi Sulawesi Selatan tersebut merupakan bagian dari proses perkaderan formal HMI. Bastra tidak hanya diarahkan untuk memperkenalkan organisasi kepada calon kader, tetapi juga membangun integritas, wawasan keislaman, serta kemampuan intelektual dalam merespons berbagai persoalan kemahasiswaan dan kebangsaan.

Salah satu materi utama yang diberikan adalah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) HMI. Materi ini menjadi landasan filosofis dan ideologis bagi kader dalam memahami hubungan manusia dengan Allah SWT, sesama manusia, dan alam semesta.

Melalui pembelajaran NDP, peserta diajak membangun pola pikir ilmiah, memahami dasar-dasar kepercayaan, serta mengintegrasikan iman dan ilmu pengetahuan melalui perspektif sains Islam. Dengan pendekatan tersebut, ilmu pengetahuan tidak hanya dipandang sebagai sarana memahami realitas, tetapi juga harus memiliki orientasi terhadap kemaslahatan manusia, keadilan sosial, dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Selain penguatan nilai keislaman dan intelektualitas, peserta juga memperoleh materi keorganisasian. Pembahasan mencakup struktur organisasi, mekanisme kerja, kepemimpinan, kolektivitas, hingga tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi.

Pembekalan tersebut diharapkan mampu membentuk kader yang tidak hanya memahami identitas organisasinya, tetapi juga memiliki kapasitas untuk bekerja sama, mengambil peran, dan berkontribusi secara bertanggung jawab.

Lebih jauh, Bastra ke-135 menjadi ruang untuk menumbuhkan tradisi berpikir kritis, objektif, dan rasional. Kader didorong agar tidak berhenti sebagai penerima informasi, melainkan mampu menguji gagasan, menganalisis persoalan, serta menyampaikan argumentasi berdasarkan pertimbangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Pada akhirnya, perkaderan bukan sekadar proses memperbanyak anggota atau menjaga keberlangsungan organisasi. Lebih dari itu, perkaderan merupakan upaya membangun manusia yang memiliki kedalaman nilai, keluasan pengetahuan, dan keberanian intelektual untuk menjawab tantangan zaman.

Melalui Bastra ke-135, HMI Komisariat Isipol Unhas kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan insan akademis, pencipta, dan pengabdi yang bernafaskan Islam serta bertanggung jawab mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.

Sumber: Netral.co.id, HMI Isipol Unhas Perkuat Fondasi Intelektual Kader Lewat Bastra ke-135, 3 November 2026.
https://netral.co.id/hmi-isipol-unhas-perkuat-fondasi-intelektual-kader-lewat-bastra-ke-135/