Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar (Unismuh) resmi menetapkan Hasanuddin Tisi sebagai Ketua Umum Pimpinan Komisariat (PK) IMM Faperta periode 2026–2027. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Komisariat (Musykom) XX yang digelar di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Talasalapang, Makassar, Kamis (29/10/2026).
Melalui mekanisme 13 formatur, forum tersebut juga menetapkan Anggi Jafar sebagai Sekretaris Umum dan Yuniar Ningsih sebagai Bendahara Umum. Terpilihnya kepengurusan baru menjadi momentum regenerasi sekaligus langkah untuk memperkuat gerakan kader IMM di lingkungan Fakultas Pertanian.
Musykom XX tidak hanya menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sebelumnya. Para kader turut membahas arah gerakan, penguatan perkaderan, serta kontribusi mahasiswa dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Ketua Umum terpilih, Hasanuddin Tisi, menegaskan pentingnya menjadikan IMM sebagai tempat yang nyaman bagi kader untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan organisasi tidak cukup dinilai dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan. Lebih dari itu, organisasi perlu mampu menghasilkan kader yang memiliki kemampuan intelektual, kematangan karakter, dan kepekaan terhadap persoalan sosial.
Hasanuddin juga ingin mendorong keterlibatan anggota melalui komunikasi yang lebih terbuka dan partisipatif. Dengan demikian, setiap kader memiliki kesempatan untuk menyampaikan gagasan sekaligus terlibat dalam menentukan arah gerakan organisasi.
Sebagai organisasi mahasiswa di lingkungan Fakultas Pertanian, IMM juga diharapkan semakin aktif mengangkat persoalan pertanian, lingkungan hidup, dan kesejahteraan masyarakat. Penguatan diskusi keilmuan serta pengabdian masyarakat menjadi bagian dari upaya menghubungkan pengetahuan mahasiswa dengan realitas sosial.
Sementara itu, Sekretaris Umum terpilih, Anggi Jafar, menaruh perhatian pada pembenahan tata kelola organisasi. Ia berharap administrasi, koordinasi, dan komunikasi antarpengurus dapat berjalan lebih tertib, solid, dan terbuka.
Di sisi lain, Bendahara Umum terpilih, Yuniar Ningsih, menekankan pentingnya transparansi serta akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Menurutnya, anggaran organisasi harus dikelola secara bertanggung jawab untuk mendukung kebutuhan perkaderan dan kegiatan yang memberikan manfaat.
Ketua Panitia Pemilihan Musykom XX, Ahmad Syafii Hafid, yang sebelumnya memimpin komisariat selama dua periode, turut mengingatkan bahwa regenerasi tidak boleh berhenti pada pergantian jabatan. Keberlanjutan nilai perjuangan, semangat perkaderan, dan tanggung jawab bersama harus tetap menjadi fondasi organisasi.
Kepengurusan baru IMM Faperta Unismuh Makassar periode 2026–2027 diharapkan mampu menghadirkan gerakan mahasiswa yang lebih terbuka, progresif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sebab, regenerasi organisasi bukan sekadar tentang siapa yang memimpin, tetapi juga tentang bagaimana kepemimpinan baru mampu membawa perubahan serta melahirkan kader yang siap menghadapi tantangan zaman.
Sumber: Kabar Unismuh Makassar, 30 Oktober 2026 — Humas Unismuh.









