BANTUL – Pimpinan Ranting Nasyiatul Aisyiyah (PRNA) Tamantirto Selatan resmi dikukuhkan untuk periode 2022–2026. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat regenerasi kepemimpinan perempuan muda sekaligus meningkatkan peran kader dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan berlangsung pada Kamis malam (29/10/2026), bertempat di Masjid Khoirul Ummi Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul. Agenda ini diselenggarakan bersamaan dengan Pengajian Pimpinan, Kader, dan Pegawai Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) edisi ke-42 yang merupakan kegiatan rutin Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Tamantirto Selatan.
Prosesi pengukuhan dan pengucapan ikrar dipimpin oleh jajaran Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) Kasihan. Dalam kepengurusan tersebut, Naila Ramadani dipercaya menjadi ketua, didampingi Alfiani Nurrahma Ningtyas sebagai sekretaris dan Abia Dinda Sakhira sebagai bendahara.
Kepengurusan baru juga diperkuat melalui sejumlah departemen, meliputi Dakwah, Kesehatan dan Lingkungan, Sosial dan Ekonomi, Kaderisasi dan Sumber Daya Insani, serta Pustaka, Informasi, dan Digital.
Dalam sambutannya, Naila Ramadani menegaskan bahwa menjalankan amanah organisasi membutuhkan keterlibatan dan dukungan seluruh kader. Ia berharap kepengurusan yang baru dapat membangun kolaborasi, saling menguatkan, serta berkembang bersama untuk membawa PRNA Tamantirto Selatan menjadi organisasi yang lebih baik.
Sementara itu, Ketua PRM Tamantirto Selatan, Alif Khoiruddin Azizi, menyampaikan apresiasi terhadap proses regenerasi kepemimpinan perempuan muda di lingkungan ranting. Ia juga mengapresiasi kontribusi MPKSDI dan PCNA Kasihan dalam mempersiapkan kader penerus yang memiliki semangat berkemajuan.
Selain pengukuhan, kegiatan tersebut turut memberikan perhatian terhadap pentingnya kecakapan digital bagi warga persyarikatan. Menurut Alif, pengajian kader menjadi salah satu ruang untuk membangun kesadaran agar masyarakat lebih bijak menggunakan teknologi dan menyikapi derasnya arus informasi.
Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui kajian Fikih Informasi yang disampaikan Niki Alma Febriana Fauzi, Dosen Ilmu Hadis Universitas Ahmad Dahlan sekaligus anggota Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah.
Dalam kajiannya, Niki menjelaskan pentingnya prinsip tabayyun atau melakukan klarifikasi terhadap informasi sebelum mempercayai maupun menyebarkannya. Prinsip tersebut merujuk pada kandungan Surah Al-Hujurat ayat 6 yang mengajarkan umat Islam untuk memeriksa kebenaran suatu berita.
Ia juga mengingatkan jamaah mengenai perkembangan teknologi manipulasi digital, termasuk deepfake yang dapat merekayasa wajah dan suara seseorang sehingga berpotensi digunakan untuk menyebarkan informasi palsu maupun fitnah.
Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak mudah meneruskan informasi yang beredar melalui grup percakapan ataupun media sosial tanpa melakukan pemeriksaan terlebih dahulu.
Niki turut menekankan bahwa sebuah informasi tidak cukup hanya dinilai dari kualitas kontennya. Kebenaran, manfaat, dan kepantasan untuk disebarluaskan juga perlu menjadi pertimbangan.
Melalui kegiatan ini, pengukuhan PRNA Tamantirto Selatan tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang penguatan kapasitas kader. Regenerasi organisasi diharapkan berjalan beriringan dengan peningkatan literasi digital agar kader Nasyiatul Aisyiyah mampu berkontribusi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab di tengah perkembangan zaman.
Sumber: Suara 'Aisyiyah – Pengukuhan PRNA Tamantirto Selatan dan Pengajian Sukses Digelar.










