Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC IPPNU) Jakarta Pusat resmi dilantik untuk masa khidmah 2026–2028. Pelantikan tersebut berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Jakarta Pusat, Sabtu (17/10/2026).

Tidak hanya menjadi momentum pergantian kepemimpinan, pelantikan ini juga dirangkai dengan rapat kerja untuk menyusun arah gerakan organisasi selama dua tahun ke depan.

Mengusung tema “Kolaboratif, Merawat Tradisi, Merespons Inovasi”, kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi kepengurusan baru untuk menghadirkan program yang lebih terarah, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan pelajar di tengah perkembangan zaman.

Ketua Pelaksana, Tyara Annisa, menekankan bahwa pelantikan dan rapat kerja tidak seharusnya berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, forum tersebut harus mampu menghasilkan gagasan baru serta menyusun peta jalan organisasi yang jelas dan terukur.

Ia berharap seluruh kader dapat memanfaatkan momentum tersebut untuk menyatukan pemikiran, menentukan prioritas, serta membangun kerja sama dalam menjalankan berbagai agenda organisasi.

Sementara itu, Ketua PC IPNU Jakarta Pusat yang baru dilantik, Ariq Ramadhan, mengingatkan bahwa menjadi bagian dari organisasi pelajar NU bukan sekadar menunjukkan identitas melalui seragam maupun atribut organisasi.

Menurut Ariq, keberadaan kader IPNU harus dapat dibuktikan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat. Pelajar NU dituntut mampu merespons perkembangan zaman, menghadirkan inovasi, serta terlibat dalam menyelesaikan persoalan di lingkungan sekitarnya.

Ia juga mendorong para kader untuk tidak ragu menyumbangkan gagasan, tenaga, dan kemampuan yang dimiliki. Baginya, perubahan tidak selalu membutuhkan program besar, tetapi dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Selain itu, Ariq mengajak anggota IPNU untuk berani menjadi diri sendiri serta mengembangkan karakter dan pemikiran mandiri tanpa meninggalkan nilai-nilai organisasi.

Di sisi lain, Ketua PC IPPNU Jakarta Pusat, Najwah Nurul Aulia, menyoroti pentingnya menjadikan organisasi sebagai ruang belajar dan bertumbuh bagi kader perempuan.

Najwah berharap IPPNU tidak hanya menjadi tempat berkumpul, melaksanakan rapat, atau menjalankan program kerja rutin. Lebih dari itu, organisasi perlu menghadirkan lingkungan yang aman, terbuka, dan mendukung setiap kader untuk mengenali serta mengembangkan potensinya.

Menurutnya, setiap anggota harus mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, menemukan kemampuan diri, dan memaknai berbagai pengalaman selama berorganisasi.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk tetap teguh menghadapi tantangan. Proses dan dinamika organisasi dipandang sebagai bagian penting dalam membentuk kedewasaan serta komitmen perjuangan.

Kegiatan pelantikan tersebut turut dihadiri sejumlah perwakilan organisasi dan lembaga, di antaranya GP Ansor Jakarta Pusat, MUI Jakarta Pusat, Pimpinan Pusat IPPNU, serta Pimpinan Wilayah IPNU dan IPPNU DKI Jakarta.

Melalui kepengurusan baru periode 2026–2028, IPNU–IPPNU Jakarta Pusat diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, membangun kolaborasi, dan menghadirkan gerakan pelajar yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Sebab, keberhasilan organisasi bukan hanya diukur dari seberapa banyak kegiatan yang terlaksana atau seberapa megah pelantikan diselenggarakan, tetapi juga dari sejauh mana para kader mampu menerjemahkan gagasan menjadi tindakan nyata.

Sumber: NU Online Jakarta, 18 Oktober 2026.