Gerakan mahasiswa tidak seharusnya berhenti di ruang diskusi, forum akademik, atau aksi demonstrasi. Kehadirannya juga perlu dirasakan langsung oleh masyarakat melalui pendidikan, pelayanan sosial, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Semangat tersebut diwujudkan Pengurus Daerah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (PD KAMMI) Pekanbaru melalui kegiatan Ekspedisi Tandang Melebung 2026 yang berlangsung pada 23–25 Oktober 2026 di Kelurahan Melebung, Kecamatan Tenayan Raya, Kota Pekanbaru.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, pada Jumat (23/10/2026). Pembukaan ditandai dengan penanaman pohon sebagai simbol kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sekaligus ajakan untuk membangun kesadaran menjaga alam.
Menghadirkan Pengabdian yang Menyentuh Masyarakat
Ekspedisi Tandang Melebung tidak hanya berorientasi pada kegiatan seremonial. Selama tiga hari pelaksanaan, KAMMI menghadirkan sejumlah program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang lingkungan, kesehatan, pendidikan, hingga sosial-keagamaan.
Di bidang lingkungan, kegiatan diwujudkan melalui penanaman dan pembagian bibit pohon. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam.
Sementara itu, di bidang kesehatan, masyarakat mendapatkan pemeriksaan kesehatan dan edukasi kesehatan. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Kegiatan tersebut juga dilengkapi dengan pembagian masker serta penyerahan 150 paket Al-Qur'an sebagai bagian dari penguatan kepedulian sosial dan keagamaan.
Pendidikan Anak Menjadi Perhatian
Selain lingkungan dan kesehatan, pendidikan menjadi salah satu perhatian utama dalam ekspedisi ini.
KAMMI Pekanbaru menghadirkan pendampingan edukatif dan literasi bagi anak-anak di SD Negeri 135 Pekanbaru. Program tersebut diarahkan untuk menumbuhkan minat belajar serta memperluas wawasan generasi muda.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan edutrip pada Minggu (25/10/2026). Anak-anak Kelurahan Melebung diajak mengunjungi Taman Budaya dan Perpustakaan Wilayah untuk mengenal sejarah, budaya, serta berbagai sumber pengetahuan.
Melalui kegiatan tersebut, pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Anak-anak juga memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui kunjungan edukatif.
Kolaborasi Mahasiswa dan Masyarakat
Ketua Pelaksana Ekspedisi Tandang Melebung 2026, Rafi Mulyawan, menyampaikan bahwa pengabdian masyarakat bukan sekadar kehadiran mahasiswa di suatu wilayah. Lebih dari itu, pengabdian membutuhkan kesediaan untuk belajar, mendengarkan kebutuhan warga, membangun kolaborasi, dan menghadirkan kontribusi nyata.
Ketua PD KAMMI Pekanbaru, Muhammad Arifuttajjalli, juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi untuk bergerak dan berkontribusi bagi kemajuan Kota Pekanbaru.
Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab untuk hadir di tengah masyarakat dan mengambil peran dalam menjawab berbagai persoalan sosial.
Melalui Ekspedisi Tandang Melebung 2026, KAMMI Pekanbaru menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa dapat diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian. Pendidikan, kesehatan, lingkungan, dan kehidupan sosial merupakan ruang yang membutuhkan keterlibatan generasi muda.
Pada akhirnya, keberhasilan gerakan mahasiswa tidak hanya diukur dari seberapa lantang gagasan disampaikan, tetapi juga dari seberapa nyata manfaat yang dirasakan masyarakat.
Sumber: Riau Bernas, PD KAMMI Pekanbaru Gelar Ekspedisi Tandang Melebung 2026, 26 Oktober 2026.









