Di saat harga melambung tinggi dikeluhkan ibu-ibu pedagang pasar,
Di saat kelaparan mendera para pengungsi bencana alam,
Di saat kelas menengah tercekik pajak hingga harus berkata kasar,
Di saat asap mulai menjalar ke cagar alam,
Di situlah muncul sebuah inovasi spektakuler,

Cring… MBG 2.0!

Dia pikir dirinya Steve Jobs,
Padahal menyematkan kata job pada hasil kerjanya saja rasanya tidak phantasss..

Sambil memamerkan bahasa Jepangnya,
Berharap audiens terkesima dengannya,
Apalah daya, dominasi cringe justru mengantarkan rasa NPD-nya,
Lalu mengemis, “Tepuk tangan untuk saya!”

Memang badut-badut ini layak untuk ditepuki,
Bahkan ditepungi dengan abu karhutla yang siap disawiti.
Bahkan burung garuda saja diubahnya menjadi.. biring giridi
AI bahkan tidak sudi menghiasi program gaje ini..

Ujarnya telur bikin bisul,
Racun hanya sakit perut yang hilang timbul,
Kini Rakyat tidak bisa lagi dikibul,
Dikala Alamnya dibuat ngebul,
Disaaat Wowo sibuk dengan Anabul,
Tak peduli yang penting dapurnya tetap ngebul,
Dan gurunya gembul.

Memaparkan kritik dengan data rasanya percuma bagi rezim ini,
Karena naluri wangsit adalah jalan ninjanya.
Layaknya ninja yang melompat-lompat,
Begitulah pola lompatan-lompatan kebijakan yang
War wer wor, dar der dor!

Duhai rakyat Jelata..

Lihatlah Istana Istana Dapur Negeri,
Sungguh megah meskipun tempe berjejer dekat kamar mandi,
Juga Berjejer dipelosok negeri,
Entah itu dimiliki pribadi,
Maupun milik elit oligarki,
Bahkan organisasi rohani,

Ini dapur bukan sembarang dapur,
Ini dapur dapur Oligarki
Dapur dapur Partai Penguasa Negeri
Dapur dapur Rohani Tersertifikasi
Duh.. Sedihnya jadi WNI..

Benakku selalu bertanya…

Ke manakah para reviewer dan food vlogger selama ini?
Ke manakah konten-konten mukbang selama ini?

Mengapa mereka tidak membuat a day in my life,
Sambil me-review daging MBG,
Yang kerasnya setara sandal Swallow warna kuning

Mengapa mereka tidak memberikan honest review cita rasa MBG?

Jangan sampai mereka enggan karena ekspresi Sudaryono,
Kala mengunyah MBG dikelas dan tersorot kamera di mana-mana.
Dan ekspresinya macam Mulyono

Atau apakah mereka takut mati keracunan kala mencicipinya?
Atau jangan-jangan, di antara mereka sedang mencicipi kekuasaannya?

Ah… mungkin hanya perasaanku saja..
Semoga mereka tidak terkokopi oleh tuannya.

Apalah arti MasterChef Indonesia tiga belas season,
Jika E. coli dan Bacillus cereus sudah setara seasoning?

Apalah arti adegan Chef Juna membuat piring terbang karena piringnya kotor,
Jika sisa dari ompreng MBG justru membuat ternak lele mati konyol

Lantas apa yang harus dimakan lagi?
Dan sampai kapan kita sudi?
Bahkan lele pun tak sudi,
Sungguh mereka tidak terpuji!

Oh, penguasa…

Kau kira omprengmu itu iPhone burgundi?

Rasa-rasanya, dentingan ompreng MBG lebih merdu
Daripada deringan kesejahteraan rakyatnya.

Rasa-rasanya, lentingan jari instruksi mayor
Lebih gagah daripada presidennya.

Bagaikan sinar ultrafreng yang mulai dinaungi oleh Green Day,
Menjadi konsonan langit yang menguras APBN day by day.

Cring jadi miskin…

Oh, para penguasa…
In this economy…

Keringat kami sangat berjasa,
Menjadi sumber utama ekonomi negeri ini.

Namun, Komdigi lebih kau anggap berjasa,
Kala judol membanjiri smartphone petani,
Kala keracunan meracuni kerongkongan anak-anak negeri.

“MBG disetop, siapa yang beli telur, daging, dan sayur?”

Begitulah ujarnya kala si dongo muncul,
Yang ketika dihampiri, lagaknya kayak ayam sayur.

Andai ompreng bisa ngomong…
"Rasanya para pejabat ingin kutempeleng,
Atau kujadikan saja mereka tengkleng,
Hai, kalian para babi celeng!"

Andai Dajjal datang ke negeri ini,
Dajjal mungkin heran dengan program ini.

Bahkan jika memang ia Dajjalnya,
Kami tak akan heran akan hal ini.
Berharap mereka segera jumpai ajalnya.
Inalillahi.

Betapa ironisnya program makan yang tidak makan,
Program bergizi yang tidak bergizi,
Yang katanya gratis, tetapi tidak gratis.

Sebelum kita akhiri,
Marilah kita berdoa…

Mengangkat tangan seperti doa Wowo di podium.

Ya Tuhan…

Sebelum Kau ambil aku,
Berikanlah aku kesempatan untuk melihat dirinya,
Terpeleset di kamar mandi,
Atau tertimpa ompreng ultramen,
Atau tersedak E Coli 2 liter,
Atau terbakar di lahan sawitnya.

Amin.