Sebab, tidak semua lelaki dilahirkan untuk menceritakan bagaimana beratnya kehidupan. Sebagian dari mereka memilih menjadi sunyi, menyimpan segala keluh di balik wajah yang tampak biasa saja. Mereka belajar tersenyum meski dunia berkali-kali membuat pundaknya hampir menyerah. Dan salah satunya adalah ayah.

Ayah adalah lelaki yang barangkali tidak pandai mengucapkan cinta, tetapi menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk membuktikan arti cinta itu sendiri. Ia tidak selalu hadir dengan pelukan, tidak pula selalu menyampaikan kasih melalui kata-kata. Namun, lihatlah bagaimana ia mengorbankan waktu, tenaga, bahkan mimpinya sendiri, hanya agar anak-anaknya memiliki kesempatan untuk menggapai mimpi yang lebih tinggi.

Ada banyak pagi ketika ayah harus beranjak sebelum matahari membuka mata. Ada banyak malam ketika ia pulang dengan