Kupang, NTT — Memperingati dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Kupang bersama FMN Ranting Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar aksi piket dan kampanye untuk menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang mereka nilai belum berpihak kepada kepentingan rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya, FMN secara tegas menyebut pemerintahan Prabowo sebagai rezim fasis. Organisasi mahasiswa tersebut menegaskan bahwa sejak awal mereka bersama gerakan demokratis nasional tidak pernah memberikan legitimasi politik kepada pemerintahan Prabowo.

Dua tahun pemerintahan dinilai cukup menjadi alasan bagi rakyat untuk bangkit, memperkuat organisasi, dan memperjuangkan tuntutan yang dianggap mendesak.

Melalui aksi tersebut, FMN menyampaikan empat tuntutan utama. Pertama, menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon-TP). Kedua, menghentikan keterlibatan militer dalam ranah sipil.

Selain itu, FMN mendesak pemerintah segera memadamkan kebakaran dan menyelamatkan masyarakat yang menjadi korban. Mereka juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang berkaitan langsung dengan beban ekonomi masyarakat.

Bagi FMN, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo bukan sekadar penanda perjalanan kekuasaan, melainkan kesempatan untuk memperkuat konsolidasi gerakan rakyat dan menyuarakan persoalan yang mereka anggap belum terselesaikan.

Aksi piket ini sekaligus menjadi penegasan sikap politik FMN Cabang Kupang dan FMN Ranting Undana bahwa perjuangan mahasiswa tidak boleh berhenti pada kritik, tetapi juga perlu diwujudkan melalui pengorganisasian dan perjuangan kolektif bersama rakyat.