Di balik pesona budaya dan pariwisata Yogyakarta, berbagai persoalan ruang hidup masih menjadi perhatian. Mulai dari krisis sampah, hunian yang terjangkau, transportasi, hingga keterbatasan akses ruang publik menjadi isu yang mendorong kaum muda untuk ikut menyuarakan masa depan kota.
Merespons persoalan tersebut, Perempuan Jaga Bumi, Climate Rangers Jogja, dan Kaum Muda Tanah Air Indonesia mengadakan kegiatan Konsultasi & Konsolidasi Kaum Muda Jogja 2026 yang mengangkat tema “Merawat Ruang Hidup Yogyakarta: Budaya, Tata Kelola Kota, dan Pariwisata dalam Perspektif Kaum Muda.”
Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan berbagai komunitas dan generasi muda untuk berbagi pengalaman, menyampaikan keresahan, serta bertukar gagasan mengenai kondisi Yogyakarta saat ini.
Melalui diskusi bersama, para peserta diajak melihat lebih dekat berbagai tantangan perkotaan, termasuk persoalan lingkungan, tata kelola pembangunan, pariwisata, serta hak masyarakat untuk menikmati ruang hidup yang aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Tidak hanya membicarakan persoalan hari ini, konsolidasi tersebut juga mengajak kaum muda menjawab pertanyaan tentang seperti apa bumi dan Yogyakarta yang ingin mereka tinggali pada 2045.
Pertanyaan tersebut menjadi titik awal untuk merumuskan harapan dan gagasan mengenai pembangunan kota yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan ini, kaum muda didorong untuk terus terlibat dalam mengawal kebijakan publik dan memperjuangkan ruang hidup yang lebih adil bagi seluruh warga Yogyakarta.
Konsolidasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa masa depan Jogja bukan hanya persoalan pemerintah atau pelaku industri pariwisata, tetapi juga menyangkut suara masyarakat, termasuk generasi muda yang hidup dan tumbuh di dalamnya.
Sumber: Informasi kegiatan Konsultasi & Konsolidasi Kaum Muda Jogja 2026 oleh Perempuan Jaga Bumi, Climate Rangers Jogja, dan Kaum Muda Tanah Air Indonesia.









