BUMI NABUNG, LAMPUNG TENGAH — Sekretaris Umum Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PW IPM) Lampung, Yogi Daumar Jaya, menegaskan pentingnya menjadikan pelajar sebagai mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Hal tersebut disampaikannya dalam Musyawarah Daerah (Musyda) XXII Pimpinan Daerah IPM Lampung Tengah yang diselenggarakan pada Jumat, 23 Oktober 2026, di Kecamatan Bumi Nabung, Kabupaten Lampung Tengah.

Mengusung tema “Menata Era Baru, Meneguhkan Gerakan Pelajar”, Musyda XXII menjadi momentum evaluasi dan regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan gerakan pengkaderan agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini diikuti oleh 150 peserta dari 10 Pimpinan Cabang IPM se-Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam sambutannya, Yogi menyoroti kompleksitas tantangan yang dihadapi pelajar di era digital. Menurutnya, perubahan sosial dan perkembangan teknologi menuntut IPM untuk terus menghadirkan pola pengkaderan yang adaptif, optimal, dan mampu menjawab persoalan generasi muda.

“Pelajar hari ini dihadapkan dengan tantangan yang kompleks dan persoalan yang dinamis. Berbeda dengan keadaan pelajar zaman dahulu. Di era digital hari ini, pelajar menjadi objek yang selalu harus kita awasi. Kita sebagai pelajar tidak boleh diam, kita harus bisa menjawab persoalan yang ada. Pimpinan wilayah juga sudah berkomitmen untuk senantiasa bergerak menjawab itu semua dengan pengkaderan yang layak dan optimal,” ujar Yogi.

Ia menegaskan bahwa pelajar tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai objek pembinaan, tetapi juga perlu dilibatkan sebagai mitra strategis dalam membangun sumber daya manusia yang lebih maju. Menurutnya, pelibatan aktif pelajar menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan masa depan dan mewujudkan cita-cita Indonesia Emas.

Yogi juga mengapresiasi PD IPM Lampung Tengah yang dinilainya telah menjadi salah satu barometer pengkaderan IPM di tingkat wilayah. Keaktifan kader Lampung Tengah dalam berbagai forum musyawarah dan kegiatan pengkaderan dinilai menjadi bukti komitmen organisasi dalam menjaga keberlanjutan gerakan pelajar.

Selain itu, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada ayahanda Muhammadiyah serta ibunda Aisyiyah yang selama ini memberikan dukungan terhadap perjuangan IPM. Menurutnya, dukungan tersebut menjadi kekuatan penting bagi kader dalam menjalankan berbagai program organisasi.

“Saya rasa ayahanda ibunda Muhammadiyah adalah pahlawan bagi perjuangan IPM. Segala kebutuhan dan kekurangan yang kami dapati selalu kami bawa ke hadapan ayahanda ibunda, dan selalu berhasil selesai. Saya sangat terharu jika mengingat hal itu,” ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Yogi menegaskan bahwa PW IPM Lampung senantiasa terbuka untuk membangun kemitraan strategis dengan pemerintah dalam memajukan dunia pelajar dan masyarakat secara luas. Ia berharap sinergi lintas sektor dapat semakin memperkuat peran IPM sebagai organisasi kader yang tidak hanya membina pelajar, tetapi juga mendorong mereka menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial.

Musyda XXII IPM Lampung Tengah turut dihadiri oleh perwakilan Bupati Lampung Tengah yang diwakili Camat Bumi Nabung, Dahrif Anshory, S.H.I., M.H.; Anggota DPRD Kabupaten Lampung Tengah, Baroji; perwakilan PDM Lampung Tengah, Syahroni, S.Pd., M.M.; perwakilan PDA, Musyawamah, S.Pd.; Ketua Umum PD IPM Lampung Tengah, Adi Julis Nain Rais; perwakilan LPA, Eko Yuono, S.P.; organisasi kepemudaan tingkat kabupaten; PCM dan PCA Rumbia, Seputih Surabaya, serta Bumi Nabung; kepala Amal Usaha Muhammadiyah se-Seputih Timur; warga dan simpatisan Muhammadiyah; serta kader IPM se-Kabupaten Lampung Tengah.

Melalui Musyda XXII ini, IPM Lampung Tengah diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan baru yang progresif, memperkuat sistem pengkaderan, serta meneguhkan gerakan pelajar yang responsif terhadap perubahan zaman. Semangat menata era baru diharapkan tidak berhenti pada pergantian kepemimpinan, tetapi diwujudkan melalui gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi pelajar, persyarikatan, dan masyarakat.